Kalau ada aksi maka akan ada reaksi, contoh kecil dari Aksi dan reaksi adalah ketika kita menonjok Dinding dengan kepalan tangan. Aksi yang kita lakukan adalah menonjok dinding sementara reaksinya adalah rasa sakit yang timbul sebagai akibat dari aksi yang dilakukan.
Begitu juga halnya dalam dunia Teknik Sipil, prinsip aksi dan reaksi akan selalu menyertai. Terutama sekali ketika mendesain sebuah bangunan atau jembatan, setiap aksi yang terjadi dari luar seperti Angin, hujan, gempa bahkan Tsunami sekalipun harus bisa disetting Reaksi dengan seimbang agar bangunan tidak ambruk sebelum waktunya.
Hukum Aksi dan Reaksi ini pertama kalinya muncul di dunia berkat usaha gigih dari Issac Newton. Hukum ini dikenal sebagai hukum ketiga Newton dimana:
"Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya."
Jika menelaah lebih mendalam lagi, hampir seluruh perkara yang terjadi sejalan dengan hukum Aksi-Reaksi ini. dan Perasaan cinta pun adalah sebuah hubungan Aksi-Reaksi, jika kita mencintai maka akan dicintai, jika menyangi maka akan disanyangi, jika menyakiti maka akan tersakiti, semua ini adalah sebuah hubungan timbal balik. Namun terkadang ada sebagian orang berkata "kami telah mencintai tapi kenapa tidak dicintai, malah bertepuk sebelah hati". Mungkin saja ada yang salah terhadap cara dalam mencintai.
Aksi-Reaksi dalam kehidupan manusia tidak sesederhana hukum Newton, aksi yang dikerjakan manusia ada yang secara spontan menuai reaksi dan ada juga yang tidak langsung bereaksi. Akan tetapi Tuhan Maha Adil dalam memutuskan setiap perkara yang terjadi pada manusia, cuma banyak dari kita yang belum memahami dengan seutuhnya tentang keadilan Ilahi. Sebelum mengakhiri tulisan ini, mari renungkan secara mendalam QS. al-Zalzalah,
Lantas, bagaimanakah yang dimaksud dengan cinta? menurut Iman Al-Qusyairi Al-Naisaburi yang dikutip dari Risalah al-Qusyairiyyah, "Cinta berarti mengutamakan kekasih di atas smua yang dikasihi", dan "Cinta berarti ketakutan bila berlaku kurang hormat ketika menegakkan baktinya".
Aksi-Reaksi dalam kehidupan manusia tidak sesederhana hukum Newton, aksi yang dikerjakan manusia ada yang secara spontan menuai reaksi dan ada juga yang tidak langsung bereaksi. Akan tetapi Tuhan Maha Adil dalam memutuskan setiap perkara yang terjadi pada manusia, cuma banyak dari kita yang belum memahami dengan seutuhnya tentang keadilan Ilahi. Sebelum mengakhiri tulisan ini, mari renungkan secara mendalam QS. al-Zalzalah,
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.QS. al-Zalzalah (99) :7- 8




























